Bentuk Bonsai Alam   6 comments

Ketika kita akan membuat sebuah bonsai, terkadang kendala kebingungan terhadap bentuk yang akan kita terapkan pada bakalan itu datang menghampiri. Hal yang terjadi, biasanya kebuntuan dalam menentukan sebuah bentuk dan akhirnya bentuk yang kita buat justru bertentangan dengan kaidah alam. Ujung ujungnya, malah menjadikan bonsai tersebut tidak berwujud sebagai “Bonsai” yang semestinya disebut sebagai bonsai. Malah menjadikannya menjadi sebuah bentuk bonsai jadi jadian, dan ketika bonsai tersebut akan dipamerkan akan ditolak oleh pihak panitya karena menyalahi kaidah dunia bonsai. ( Walaupun bonsai adalah barang seni, namun bukan berarti bebas membentuk sekehendak hati. Semuanya dibatasi dengan adanya “Norma norma dan aturan” yang “” Diciptakan MURNI oleh Alam””).

Tidak sedikit hal itu terjadi di kalangan para pecinta bonsai tanah air, namun hal itu bisa diatasi dengan banyak banyak berjalan jalan ke “alam” untuk melihat bentuk bonsai sesungguhnya. Langkah yang perlu diperhatikan dalam “menelusuri” gaya bonsai tersebut adalah :

-         Perhatikan jenis tanaman yang akan ditiru keindahannya.

Hal ini sangat penting karena tidak semua tanaman bisa menghasilkan gaya yang sama. Misalnya pohon Loa (Ficus Sp) jarang sekali yang mempunyai bentuk cascade di alam, biasanya pohon ini menganut bentuk ke Broom atau informal. Sekalipun tidak menutup kemungkinan bentuk tersebut di alam memang ada. Jika kita sudah  terlanjur membuat pohon tersebut berbentuk cascade, jangan berkecil hati. Kita masih bisa merombaknya dengan cara yang cukup mudah, yaitu menanamnya di atas batu (On The Rock) dengan permukaan batu yang muncul di atas tanah.

-         Bentuk tanaman disesuaikan dengan jenis tanaman

Ya, hal ini penting juga untuk diperhatikan. Kita jarang sekali bukan menemui pohon beringin yang mempunyai gaya bunjin ? Hal tersebut akan sangat janggal jika dipakai sebagai bentuk untuk pohon beringin. ( Sekali lagi,,,walaupun tidak menutup kemungkinan ada pohon di alam yang berbentuk Bunjin )

Oleh karena beberapa hal seperti diatas, maka saya menyarankan “rajin rajinlah” berjalan jalan di alam dan melihat lihat kekayaan bentuk yang “disodorkan” oleh sang Maha Pencipta. Beberapa foto di bawah ini mungkin akan memberikan beberapa ide untuk anda, sengaja saya upload agar anda bisa memiliki banyak khasanah atau ide untuk bonsai anda yang mempunyai bentuk sangat lazim di alam dengan keindahan yang fantastis.

Boxwood

Mari kita lihat bentuk bonsai tersebut, keindahan bentuk yang ditraining dengan sangat hati hati menghasilkan bentuk yang menakjubkan. Silahkan anda pandangi bonsai diatas, dan anda usahakan “masuk” ke alam dimana pohon tersebut adalah pohon yang besar dan anda berada di bawahnya, Apakah yang anda rasakan ?  sebuah perasaan yang takjub bukan ?

Japanesse Maple

Bentuk pohon yang ada diatas ini, merupakan gaya yang sangat sederhana. Pembentukannya tidaklah sulit, namun hasil yang diberikan oleh sang Bonsai tersebut adalah sebuah keindahan yang nyata dari bentuk alam. Bukankah kita sering sekali melihat bentuk pohon seperti itu ? Kenapa tidak kita adopsi bentuknya untuk bonsai kita ? Bentuk pohon seperti ini banyak sekali ditemukan di  Sabana (Padang Rumput).

San Jose Juniper

Pohon dari jenis Cemara ini mempunyai bentuk Informal, bentuk Cemara seperti ini biasanya ditemui di sekitar ¾ puncak gunung yang mempunyai tanah datar. Bentuk seperti ini bisa terbentuk karena adanya tiupan angin dari segala penjuru. Hal tersebut sesuai dengan kondisi di alam. Ketinggian ¾ dari puncak gunung memang di dominasi oleh angin yang berhenbus dari segala arah. Lenturnya ranting cemara bisa terbawa angin dan menetap menjadi bentuk seperti diatas. Kehati hatian dalam membentuk bonsai akan menghasilkan bentuk yang menakjubkan.

Pinus Scotlandia

Mari kita tengok bentuk bonsai pohon Pinus Scotlandia ini, sebuah bentuk yang sangat sederhana dengan kualitas yang sangat baik. Lagi lagi bentuk alam yang sederhana lah yang menjadi bonsai terindah. Bentuk bonsai tersebut biasanya terdapat pada kumpulan pohon pinus di sebuah hutan, persaingan mendapatkan makanan dan sinar mataharilah yang menjadikannya berbentuk seperti bonsai Pinus diatas. Perhatikan bentuk tajuk daun yang melebar, bentuk tajuk yang melebar tersebut menandakan “keinginan” pohon tersebut mendapatkan sinar matahari yang banyak. Meraka saling berebut untuk mendapatkan sinar matahari agar bisa melakukan fotosintesa.

Red Maple

Mungkin beberapa foto bonsai diatas akan memberikan inspirasi untuk anda terhadap kebuntuan bentuk sang bonsai yang anda miliki. Semoga postingan kali ini bisa Bermanfaat untuk anda.

Salam

Nugi Nugraha

Anggota PPBI Cab.Tasikmalaya

About these ads

6 responses to “Bentuk Bonsai Alam

Subscribe to comments with RSS.

  1. Gambarnya sangat menarik dan luar biasa…….kebetulan saya tinggal di daerah Purwakarta…ada kesulitan untuk mencari pot khusus untuk bonsai….mungkin bapak punya referensi….?
    Terima kasih

    • Jika masih ada, disekitar tempat penjualan barang keramik ada sebuah toko kecil. Namanya kalau ga salah dulu toko mungil, entah masih ada atau tidak sekarang sih. Disitu ada pot bonsai keramik bikinan purwakarta juga. Pot keramik buatan purwakarta tak kalah bagus dengan yang lainnya Boss. Eksentrik menarik dan murah. Dulu di daerah darangdan juga ada yang suka bikin pot bonsai keramik, tapi kayaknya udah ga ada deh, soalnya waktu itu aja orangnya udah sepuh sekali…Tapi kualitas Potnya,,,bagus sekali.

  2. saya dari medan, saya banyak model pot terbuat dari semen, tinggal ukuran saja , akan saya kirim

  3. . .bonsai memang jenis tanaman hias yang sangat indah . ..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: