Bonsai Mame   20 comments

Bonsai yang kini ada terbagi menjadi beberapa ukuran:

1 . Mame Bonsai

2. Chiu Bonsai

3. Dai Bonsai

Mame Bonsai terbilang merupakan bonsai yang sangat unik, tidak setiap orang mampu membuat bonsai yang satu ini. Bonsai Mame boleh dikata sangat sulit dalam pembuatan nya, selain orang tersebut harus mengetahui karakter pohon juga harus mengetahui komposisi media tanam yang tepat untuk sang Mame ini.

Namun dikalangan para pecinta bonsai, ukuran mame ini masih menjadi bahan perdebatan beberapa kalangan. Diantara mereka ada yang menyebutkan bonsai Mame itu berukuran antara 1 – 5 Cm, ada juga yang mengatakan 1 – 10 Cm bahkan ada juga yang menyebutkan ” Mame Akhir ” dengan ketinggian 15 Cm. Semuanya masih menjadi bahan perdebatan yang alot.

Namun terlepas dari itu semua, pada dasarnya kita sendiripun sebagai pecinta bonsai sudah bisa mengetahuinya walau hanya sepintas kita lihat. Naluri seni kitalah yang berbicara untuk masalah itu, walau masih awam…pastilah orang yang sudah mengetahui bonsai bisa membedakan mana yang Mame dan Mana yang Chiu.

Sebagai oleh oleh dari Blog walking saya dulu tahun 2008 ( dan saya masih menyimpannya ) kini saya akan posting beberapa foto Mame yang saya peroleh. Walau tanpa nama tanaman tersebut, tetapi saya berharap bahwa apa yang saya posting ini bisa menjadi bahan atau setidaknya sedikit gambaran penambah khasanah perbendaharaan gaya atau model yang akan ditiru.

Mari kita lihat perbandingan dengan besarnya ibu jari si pemegang bonsai mame tersebut, bonsai itu tentu berukuran kurang dari 10 Cm saja. Layak untuk disebut sebuah bonsai Mame…dan tentunya sudah bisa dipastikan bonsai tersebut mahal harganya.

Bonsai Cypress ini berukuran mame juga, yang membuatnya tidak seperti mame adalah penempatan pohon tersebut yang menggunakan gaya On the Rock. Bonsai mame yang ditanam di batu mungkin boleh dikata lebih mirip ke Penjing, namun bedanya bonsai mame tersebut tanpa ornamen pendukung.

Pohon juniperus Chinensiss ini dikatakan mame karena dinilai dari ketinggian pohon tersebut dari tanah hingga kulit pohon yang hidup, jika di ukur dari tanah ( media ) sampai ke ujung pohon ( pucuk ) maka bonsai tersebut bisa digolongkan ke dalam ukuran Chiu Bonsai.

Bonsai pinus yang indah, penanaman bonsai ini haruslah dengan sangat matang. Media yang kecil ini mampu memberikan hara yang sangat mencukupi, walaupun daun masih terlihat terlalu panjang namun keindahan bonsai ini sudah terlihat.

Bonsai Mame dari kelas Juniper

Mame dengan gaya Kengai / menggantung

White Pine bonsai ini sungguh terlihat sangat eksotis.

Setelah dilakukan prunning daun, pohon chery ini sebetulnya bisa berbuah.

Bonsai Cypress Mame,,,sungguh menawan dan terlihat sangat eksotik.

Inilah bonsai super Mame yang mengikuti pameran bonsai, dan mendapatkan penghargaan. Coba anda lihat dan bandingkan ukurannya dengan tangan yang memegang bonsai tersebut.

Pohon dari jenis acer ini mendapatkan penghargaan sebagai bonsai mame terbaik, bonsai ini dari jenis acer palmatum buergerianum.

Bonsai dari jenis Willow leaf ini sangat kecil dan merupakan ukuran mame yang sebenarnya. bandingkan dengan buah jeruk yang ada disampingnya.

Demikianlah saudara saudaraku, sedikit ilmu yang ingin saya bagikan buat anda semuanya. Tiada gading yang tak retak, tentulah ilmu yang saya bagikan ini masih sangat banyak sekali mengandung kesalahan yang sudah sepatutnya anda benarkan jika anda mengetahuinya.

Walhasil, saya sangat mengharapkan komentar yang membangun dari saudaraku semuanya. Isilah kolom komentar yang ada dibawah untuk bisa mendukung blog ini menjadi lebih baik lagi seperti yang kita inginkan bersama.

Posted Januari 21, 2011 by nugi234

20 responses to “Bonsai Mame

Subscribe to comments with RSS.

  1. Salam Bonsai…!!!
    Salut buat Mas Nugie….
    Terima Kasih informasi tentang Mame Bonsai, namun dari sekian banyak contoh/foto kenapa gak ada dari jenis Santigi ya….?

    • Waduh Jangan bilang salut Mas Ichwan…saya juga masih mentah di bonsai Mas, baru terjun dari 1988.
      Nah itu dia Mas, inilah bukti bahwa komentar di blog sangat perlu. Terima kasih sudah mengingatkan Mas..mohon maaf jika sekiranya blog saya masih belum komplit, maklum Mas ichwan….sibuk dengan kerja posting nya.
      Insya Alloh saya masukin Mame dari jenis santigi dan yang lainnya, dan komentar ini sangat membantu saya agar saya senantiasa selalu memebrikan yang terbaik. Terima kasih Mas..sekali lagi terima kasih.
      Namun jika Mas Ichwan punya Mame dari jenis Santigi…alangkah lebih baiknya lagi jika Mas kirimkan fotonya ke saya lewat email di nugi_lintasarta@yahoo.co.id. Saya akan posting di blog ini Mas….
      Terima kasih Komentarnya Mas…sekali lagi terima kasih.
      Salam buat keluarga.

  2. GOOOODDDD…

    • Terima Kasih Mas Warih Setiawan, Anda pun bisa membuat yang lebih bagus daripada gambar yang saya sertakan. Mari kita buat Semarak Dunia Bonsai Tanah Air dengan hasil karya yang Bermutu dan Bernilai senia tinggi.
      Jika Mas Warih punya Bonsai Mame, kirimkan fotonya ke saya ya Mas…saya Posting di blog ini nantinya. Jikapun mempunyai bonsai yang akan dijual, Silahkan kirimkan fotonya ke saya dari 4 penjuru beserta harga yang diinginkan. Jangan lupa pula sertakan nomor telepon anda agar nantinya pembeli bisa langsung menghubungi anda.
      Salam buat keluarga Mas.

  3. sanagt informatif!! salut bwt mas nugie!!, salam bonsai ya mas!!!, siapa tau bonsai sakura (ukuran mame) saya tahun depan sdh bisa mejeng di blog mas ini!!, doakan ya?.

  4. SALAm BONSAI!!
    MAMME bener-bener butuh ketelitian tinggi dan perawatan yang extra..kecil..mungil dan begitu mempesona…
    Nah..idealnya giman untuk mencari bahan mamme yang ideal??
    trims..u solusinya..
    Salam sejahtera untuk rekan2 disana..

    • Salam Bonsai Juga Mas Indra.
      Mame adalah hasil karya BONSAI yang memang sangat membutuhkan ketelitian yang tinggi. Namun pada dasarnya untuk bahan mame ( Sebagai awal ) kita bisa mencari bahan dari pohon beringin dulu ( Ficus benyamina ). Jika kita mau, bisa saja kita meneliti sekeliling kita, biasanya anakan pohon beringin hidup menempel di dinding tembok. Andai kita beruntung, kita bisa mendapatkan bonsai MAME yang sudah jadi yang menempel di tembok karena sudah di terpa keganasan alam. Saya sekedar memberi informasi, jika anda sempat datang ke bandung…jalan jalan lah di sekitar jalan merdeka atau Viaduct atau taman kota, tebarkan penglihatan anda ke dinding parit atau gorong gorong di kota itu..anda akan mendapatkan ratusan bahan mame yang menurut saya sudah lumayan bagus. Selamat berburu bahan bonsai Boss…

  5. cap jempol deh…

  6. terus berkarya tanpa batas

  7. OK..MAS ADA SIH BEBERAPA…? MAS NUGI KERJA DI LINTAS ARTA MANA..?

  8. BANG kirim juga fotonya ke blog ku

  9. bang gimana cara mengkerdikan nya….
    pakai pupuk juga ya

    • Bonsai itu lebih baik untuk tidak dipupuk, kalaupun harus di pupuk…maka pergunakanlah pupuk kandang, jangan mempergunakan pupuk kimia karena hanya akan membuat tanah ( media tanam ) menjadi keras. Untuk mengkerdilkan tanaman, maka tanaman tersebut harus di tempatkan pada tempat yang terbatas (POT). Membuat bonsai adalah UJI KESABARAN Mas Deka, Semoga berhasil Mas….

  10. bravo mas nugi nanti saya kirim bahan bonsai yg saya punya…

  11. woww . . . luar biasa sabarrrrnya ya. merawat tanaman agar tetap bertahan tumbuh dengan pertumbuhan dibuat minimal. Tapi ya nampak bagus dan unik dgn bentuk mininya. Saya telah mencoba membuat bonsai dari stek tanaman sejenis beringin (daunnya sebesar coin bentuk bulat tebal). karena kurang perhatian dan tdk ada waktu khusus…. seringkali ditinggal tugas. pohon itu tumbuh subur dan banyak akar gantungnya yg keluar. Tanaman itu saya tanam di pot dan diletakan di halaman terbuka. Sayapun pernah lihat jenis bonsai dgn akar gantung yg sengaja dibuat, dan saya ingin membuat bonsai saya yg subur tadi nampak lebih bagus dgn akar gantungnya. bagaimana ya mas Nugi ? trmksh

    • Untuk menghasilkan akar gantung yang bagus dan lurus ke bawah, maka yang harus anda lakukan adalah:
      - Ketika tunas akar baru muncul sekitar 0,5 Cm, siapkan sedotan minuman. masukkan akar tersebut ke dalam seodtan secara perlahan dimana sedotan tersebut sebelumnya anda isi dulu dengan air dan bagian bawahnya dilipat agar air tidak merembes ke tanah. Akar tersebut akan terus menjalar ke bawah dan tumbuh lurus seperti di pohon besar dimana akar gantung tersebut mempunyai berat yang lumayan.
      Jangan lupa agar media tanam juga selalu gembur dan tidak tergenang oleh air agar pertumbuhan tanaman menjadi maksimal.
      Semoga membantu Mas Dwi…
      Salam buat keluarga.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: