Tuhan, Manusia dan Alam   Leave a comment

Tuhan, Manusia dan Alam adalah sebuah kata yang cocok untuk menjadi inspirasi sebuah bonsai yang memiliki kualitas tinggi. Bonsai adalah sebuah karya seni yang dituangkan secara Full ekspresi, penuh Emosi kejiwaan seseorang yang membuatnya. Kenyataan inilah yang membuat bonsai sebagai tanaman hias bisa disukai oleh banyak orang, berbagai kalangan dan dari semua usia.

Filosofi yang terkandung dari makna sebuah bonsai sangat dalam, bahkan seorang juri Internasional pun tak bisa menghalangi kreatifitas seseorang dalam membentuk sebuah bonsai. Namun walau begitu kaidah kaidah yang terkaji dan harus dikaji di alam adalah merupakan sebuah syarat mutlak sebuah bonsai. Bonsai yang indah dan terpadu rapih dengan nuansa alam akan menjadi sebuah tujuan, keindahan emosi dan jiwa seseorang ketika membuat bonsai akan terlihat disana.

Bonsai adalah pohon yang bernilai seni tinggi, kenapa disebut demikian? Indahnya sebuah seni pohon ini dimulai beberapa abad yang lalu, sebetulnya bonsai tidak ditemukan ketika jaman dinasti Ming akan tetapi sudah lebih lama dari itu. Mari kita ulang lagi memori kita melalui sejarah, ingatkah anda dengan taman gantung Babilonia? Menurut sebuah literatur bonsai juga ditanam disana, dan bahkan jauh sebelum itu juga sudah ada yang membuat tanaman kerdil ini yang kemudian karena keindahannya tersebar ke seluruh dunia. Indahnya seni tersebut akhirnya sampai ke Negeri China ketika jaman dinasti Ming, dan sang kaisar pada waktu itu menemukan tanaman tersebut ketika sedang berjalan jalan ke sebuah perkampungan dan melihat keindahan pohon tersebut.

Semenjak diadopsi oleh kaisarlah bonsai makin menyebar ke seluruh dunia dan mulai diakui sebagai tanaman seni yang berasal dari China. Di Negeri China dulu, Bonsai dibuat dengan cara “tanpa campur tangan manusia”, jadi apa yang ada pada bonsai itulah nilai seninya. Kadang bonsai yang boleh dibilang menganut faham “ortodoks” ini kelihatan sangat semrawut, mereka mengharamkan campur tangan manusia. Jadi pada waktu itu yang namanya wirring atau peng kawatan batang serta cabang dan ranting bonsai, sama sekali tidak ada.  Namun sekalipun demikian, sifat sifat dasar sebuah bonsai tetap ada yaitu berbentuk segitiga yang menandakan atau mengartikan sebuah nilai atau falsafah Bonsai yaitu Tuhan, manusia dan alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: