Saingan PPBI   11 comments

Saat Browsing beberapa hari yang lalu, saya sempat mampir di salah satu blog yang membahas tentang bonsai juga. Namun saya merasa sangat terkejut dengan isi dari blog tersebut yang isinya ada sedikit mencaci maki PPBI, dengan segala gundah hati yang mendalam saya mencoba untuk memahami maksud dan tujuan si penulis. Ternyata isi dari ketidak puasan si penulis tersebut adalah :

1. Tentang penjurian yang dalam praktik penilaiannya (menurut mereka) tidak Fair dan terlalu banyak sekali aturan. Aturan yang mereka anut adalah mengenai keseimbangan besar antara cabang dan batang utama. Menurut keinginan mereka, besaran cabang dengan batang tidak harus menjadi pokok penilaian. Menurut mereka, keindahan bentuk tanaman lah yang harus dinilai (walau konposisi tidak seimbang).

2. Mereka mengeluhkan segala aturan yang dikeluarkan oleh PPBI Pusat, yang menurut mereka mengekang untuk kondisi di daerah. Menurut mereka juga, aturan aturan tersebut membuat daerah tidak bisa berkembang dengan baik. Keberatan tersebut adalah adanya biaya biaya yang memberatkan, seperti adanya biaya BPB, Sticker dan sertifikat. (Tapi di PPBI Cab Tasikmalaya, saya belum pernah merasa ada hal seperti itu. Jikapun ada menurut saya wajar saja dibandingkan dengan penghormatan nilai seni tersebut) Bahkan menurut saya jika ada sertifikat, maka harga bonsai yang menang sertifikat tersebut akan segera melesat harganya.

(Ketika saya membuat postingan diatas, saya hanya membuat hingga nomor 2 saja karena saya keburu ngantuk. Maklum saja,karena saya mengerjakan postingan tersebut pada pukul 02 malam minggu kemarin. Dan pada siang harinya saya menerima Email tentang AKSISAIN tersebut)

3. Menurut mereka, Pengurus Pusat terlalu menekankan banyak sekali aturan

4. Mereka merasa keberatan dengan cara penilaian juri, yaitu “juri ketika melihat dari awal langsung memberikan penilaian tanpa ada standard bonsai yang mana yang digunakan sebagai standard” (Dari mulai tanda petik awal sampai akhir adalah isi email dari anggota AKSISAIN).

Namun menurut saya pribadi, seharusnya mereka terlebih dahulu mengadakan konfirmasi ke PPBI Pusat, apakah betul ada anggaran seperti itu? apakah betul semuanya itu PPBI Pusat yang meminta? dan anda bisa mempertanyakannya. Bukankah hal itu akan lebih memperjelas dan lebih meluruskan ketimbang kita sama sama berburuk sangka.

Akhir kata saya berharap, semua anggota pecinta BONSAI Bersatulah. HIndarkanlah wadah wadah yang lain, jika menurut anda pusat tidak bisa mengerti anda,,,maka anda sendirilah yang mengadakan perombakan sendiri di dalam tubuh wadah yang sudah ada. Itu akan lebih baik dari pada memperlihatkan perceraian organisasi. Mari kita sama kan persepsi, semua tidak ada yang tak bisa diatasi.

Saya yakin semuanya akan bisa berbesar hati dan saling menerima dengan apa yang ada. Sebuah PR yang harus dikerjakan oleh pengurus pusat.

Salam

Nugi Nugraha

Anggota PPBI cab Tasikmalaya.

11 responses to “Saingan PPBI

Subscribe to comments with RSS.

  1. mungkin saya sedikit meluruskan,saya juga masuk dalam aksisain ,dalam aksisain tidak boleh mencaci apalagi tidak mengakui keberadaan suatu organisasi atau club,wadal dll soal penjurian bukan hal yang anda maksut,kematangan dan keserasian bonsai merupakan hal pokok tetapi yang kita kurang sepakat adalah sebuah seni bonsai di saat menilai ,juri begitu melihat dari awal langsung memberikan nilai tanpa ada standart bonsai yang mana yang di gunakan sbg standart

  2. hal yang sangat memberatkan dalam mengadakan suatu pameran adalah harga sebuah BPB,STIKER,DAN SERTIPIKAT sampai Rp 35.000,sedang tiap daerah sangat berbeda kemampuan dari segi keuangan ,dan kita bergabung dalam wadah yang lain hanya mendapat KTA,SK setelah itu hanya di biarkan tanpa ada pembinaan ,padahal dalam wadah itu terdiri dari :petani,penjual,pemburu dan kolektor.bila petani,penjual dan pemburu membutuhkan pemasaran tak pernah di pikirkan ,dan yang lebih menghebohkan ada kabar burung yang tidak jelas mengatakan bahwa buku 30th bonsai indonesia ternyata terdapat foto bonsai rekayasa komputer,kebenaranya perlu di uji ,karena burung yang menyampaikan halaman 88 dan 107

  3. kalau hal itu benar terjadi sangatlah memalukan karena membawa bangsa yang besar ini ,dan orang luar itu udah pada pinter komputer,masak membuat foto bonsai membutuhkan waktu 30 th???????? bodo sekali ,apa kita tidak malu lantaran mencari dana kita berbuat hal yang kurang pantas, semua itu juga belum pasti karena yang menyampaikan adalah burung yang tidak jelas keberadaan dan rumahnya PERLU DI UJI

  4. yang lebih parah lagi bahwa keberadaan dari club tidak di akui dan di katakan ilegal,yang jadi pertanyaan siap yang memberi kewenangan atau hak untuk melarang orang untuk berkembang dan berserikat,padahal di indonesia banyak club bonsai apa mereka semua juga ilegal ?????????
    maka itu AKSISAIN ada bukan untuk bersaing kami ada untuk menyeimbangkan dan sebagai bahan pembanding ,MASUKLAH KEDALAM MAKA ANDA TAHU AKAN AKSISAIN

  5. Yang saya hormati: Penulis Saingan PPBI, Sdr. Nugi Nugraha.

    Salam persahabatan dalam harmoni,
    Perkenalkan saya Wisnu J. Saputra, salah seorang pendiri dan saat ini pengurus AKSISAIN.
    Pertama, Saya pribadi sangat berterima kasih atas perhatian Saudara terhadap keberadaan AKSISAIN.
    Kedua, Saya minta informasi tentang blog yang pernah Saudara kunjungi yang isinya seperti tercantum dalam tulisan Saudara ini, untuk klarifikasi kebenarannya. Hal ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab kami para pengurus untuk membina anggota (barangkali si penulis adalah resmi anggota AKSISAIN bukan sekedar pihak yang kurang bertanggung jawab yang mengaitkan dengan kami).
    Ketiga, saya ingin klarifikasi tentang judul tulisan Saudara ini “Saingan PPBI”. Apakah maksud Saudara AKSISAIN saingan PPBI? Jika demikian maka sesungguhnya Saudara sangat jelas berbeda pendapat dengan kami. AKSISAIN tidak pernah memposisikan dan menganggap sebagai pesaing dari PPBI. AKSISAIN menganggap dan memperlakukan semua pihak yang berkomitmen memajukan seni bonsai Indonesia sebagai MITRA. Tentang AKSISAIN yang sebenarnya kiranya Saudara perlu untuk jauh lebih banyak mengetahui dan memahaminya langsung dari kami para pendiri dan pengurusnya.
    Keempat, saya sangat prihatin atas seruan Saudara kepada pembaca tulisan di atas untuk menghindari wadah-wadah yang lain. Jika Saudara akan mempromosikan organisasi tempat Saudara bernaung silakan, akan tetapi bukan cara yang cukup bijak menyarankan untuk menghindari wadah lainnya. Masyarakat memiliki hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, hak ini secara jelas dilindungi undang-undang.
    Kelima, saran Saudara bagi pembaca untuk melakukan perombakan dari dalam tubuh wadah yang sudah ada menyiratkan seolah-olah seluruh pebonsai sudah berada di dalam wadah yang Saudara maksudkan. Kenyataan yang ada dan harus diketahui semua pihak adalah bahwa di Indonesia Raya ini ada banyak sekali organisasi yang berkaitan dengan bonsai. Perlu Saudara ketahui bahwa yang menjadi anggota AKSISAIN adalah komunitas, grup, kelompok, paguyuban, sanggar, perkumpulan, klub dan organisasi bonsai lainnya bukan perseorangan atau individu. Dari spesifikasi keanggotaan tersebut tampak jelas bahwa keanggotaan AKSISAIN sangat berbeda dengan wadah yang lain. Sepengetahuan saya, wadah lain yang mungkin Saudara maksud beranggotakan orang perorangan sebagai individu.
    Keenam, sebagai bukti bahwa AKSISAIN memperlakukan organisasi bonsai yang lain sebagai mitra adalah pada tanggal 8-13 Mei 2010, AKSISAIN area Pati Jateng bekerja sama dengan PPBI Cabang Pati untuk menggelar acara pameran bonsai 2010 dengan tema “seni tanpa batas”. Silakan Saudara dan masyarakat lain membuktikannya bukan sekedar mempercayai tulisan saya.
    Ketujuh, agar komentar dan tulisan saya ini disikapi secara bijaksana, bila ada keraguan atau ketidakjelasan silakan berkomunikasi dengan saya. Saya dan pengurus AKSISAIN lainnya selalu menyiapkan diri untuk berkomunikasi dan mengupayakan kemajuan bonsai Indonesia.
    Akhirnya, salam persahabatan dalam harmoni.

    • Dh
      Terima kasih yang sangat untuk Saudara Wisnu yang telah apresiatif menanggapi tulisan saya. Namun saya juga ada sedikit kebingungan yang terus mengusik saya, selama beberapa hari ini saya kebanjiran email dari para Anggota AKSISAIN yang (walaupun secara halus,namun berusaha menyudutkan) memberikan komentarnya. Sayangnya dan mungkin satu kecerobohan yang saya lakukan adalah tidak mengcopy paste artikel tersebut namun isinya saya posting di blog PPBI tasikmalaya ini.
      Untuk keberatan anda tentang: saya mempromosikan dan mengatakan harus menghindari wadah yang lain adalah dengan maksud agar para pecinta bonsai jangan sampai bercerai berai, jika memang ada keberatan dengan aturan aturan yang ada bukankah kita bisa melakukan protes dengan cara yang baik? Mungkin dengan cara itu akan lebih baik dan bermanfaat? Daripada bercerai berai lebih baik kita rombak total semua aturan yang sekiranya memberatkan, dan saya siap untuk itu. Saya juga terus terang saja merasa jengah mendengar dari anggota AKSISAIN yang mengatakan ada pungutan untuk sticker atau embel embel yang lain, karena saya rasa itu hanya merupakan perbuatan oknum saja. Saya cuma ingin tahu, PPBI mana yang berbuat demikian? Walau saya orang PPBI, tapi kalau mendengar seperti itu bahwa ada punggutan, maka saya juga akan protes kepada orang yang mengakukan dirinya dari PPBI. Kalau sekiranya uang tersebut untuk sertifikat dan masing masing anggota mendapatkannnya saya setuju, tapi kalau sertifikatnya hanya untuk pemenang saja dan biaya sertifikat itu dibebankan kepada anggota,nah itu yang saya tidak setuju.
      Mengenai kata atau judul “Saingan PPBI” itu hanya merupakan sebagai keyword dalam pembuatan blog. Kalau tidak dibuat menarik seperti itu, saya rasa orang tidak akan tahu isinya, dan tidak pernah tersirat sedikitpun dalam benak saya untuk mencaci ataupun menjelekkan organisasi yang lain. Jika sekiranya saudara merasa keberatan dengan judul tersebut, saya sebagai penyedia postingan ini bersedia untuk merubahnya demi kenyamanan pembaca semuanya. Namun tentu itu semua dengan syarat agar saudara juga menyampaikan kepada saya semestinya saya membuat halaman tersebut dengan judul apa agar bisa dinikmati dan dibaca dengan penuh perhatian dari para netter semuanya. Saya harap anda sudi untuk memberikan ide anda pada saya. Dan pada kolom komentar ini pula saya meminta maaf jika sekiranya tulisan yang saya buat masih apa adanya dan belum mendapatkan penghalusan disana sini.

  6. Ysh Sdr Nugi Nugraha.

    Saya pribadi sangat menghargai ajakan, himbauan dan semangat Saudara untuk melakukan perubahan di wadah tempat Saudara berada seperti dalam kutipan tulisan Saudara “jika memang ada keberatan dengan aturan aturan yang ada bukankah kita bisa melakukan protes dengan cara yang baik? Mungkin dengan cara itu akan lebih baik dan bermanfaat? Daripada bercerai berai lebih baik kita rombak total semua aturan yang sekiranya memberatkan, dan saya siap untuk itu.”
    Dari kutipan pernyataan Saudara di atas beberapa hal yang perlu digarisbawahi:
    1. seberapa besar kapasitas dan kapabilitas Saudara untuk melakukan itu?
    2. Menurut penuturan para pendahulu kita berdasarkan pengalaman sejak tahun 1987, sebelum Saudara, Saya adalah orang ke-124 yang melakukan ide tersebut. Ini berarti bahwa Saudara mungkin berada di urutan orang ke-125 yang peduli dengan dunia seni bonsai Indonesia!
    3. Teori yang menyatakan bahwa “untuk melakukan perubahan paling efektif dilakukan dari dalam organisasi itu sendiri” menurut analisa saya tidak selamanya benar dan berlaku di wadah saya dulu yang mungkin sama dengan wadah Sdr. Nugi paling tidak dalam waktu beberapa tahun ini. Dalam skala yang jauh lebih besar pun teori tersebut tidak terjadi, sebagai contoh: orde baru diubah bukan karena proses evolusi dari dalam kekuasaan orde baru itu sendiri tetapi hasil dari revolusi kaum reformis yang didukung rakyat. Pada masa itu, orang yang berupaya mengingatkan, memperbaiki rezim justru disingkirkan, dikucilkan bahkan terkadang dilenyapkan karena dianggap ekstrimis yang anti kemapanan pihak-pihak tertentu yang sedang berkuasa. Ada lagi cara yang lebih halus yaitu dengan diberi posisi, kedudukan atau fasilitas yang lain sehingga tidak berdaya, duduk manis dan diam seribu bahasa serta tidak mampu lagi menyuarakan semangat perubahan dan kebaikan.

    Lain dari hal di atas, ada beberapa hal yang patut Saudara ketahui berkaitan dengan kehadiran AKSISAIN:
    Sejak digulirkannya ide untuk membentuk AKSISAIN hingga saat ini saya mengamati bahwa di wadah Saudara bernaung telah terjadi perubahan yang cukup signifikan ke arah yang lebih baik. Sebagai contoh: pengurus pusat hingga ketua umum lebih intens berkoordinasi dengan pengurus cabang, pusat menjadi lebih sering memperhatikan cabang-cabang yang dibentukknya. Selain itu juga ada himbauan ke cabang untuk lebih memperhatikan anggota dan berupaya menarik orang yang belum menjadi anggota. Yang dapat saya apresiasi dari dua hal di atas adalah bahwa hakikat menjadi pengurus dan organisasi yang di atas kembali diingat serta dilaksanakan (kata orang bijak: menjadi pemimpin bukanlah kesediaan untuk memerintah orang akan tetapi kesediaan untuk berjuang, berkorban, bekerja keras agar orang yang dipimpin menjadi jauh lebih maju, jauh lebih baik dan jauh lebih hebat).
    Pandangan tersebut bukan sekedar rasa ke-GR-an saya saja, tapi benar-benar pengalaman (tidak menyenangkan yang rasanya tidak layak kami sebutkan karena akan mengarah ke pribadi pelaku) kami yang ada di AKSISAIN.
    Saudara Nugi, saya berharap dengan kehadiran AKSISAIN ini tidak menimbulkan perpecahan namun sebaliknya AKSISAIN akan berfungsi sebagai katalisator dan dinamisator bagi perkembangan dan kemajuan seni bonsai di Indonesia bersama dengan wadah-wadah dan pelaku seni bonsai yang lainnya.
    Salam persahabatan dalam harmoni.

    • Terima Kasih Pak atas semua Komentar anda, Namun jika anda sudah membicarakan kapabilitas saya, saya sudah enggan lagi untuk membicarakan hal ini. Sebuah kalimat yang cukup membuat hati orang menjadi enggan untuk melakukan sesuatu. Sudahlah lebih baik kita akhiri perdebatan ini, saya sendiri tidak merasa AKSISAIN sebagai musuh. Apalagi anda menyebutkan di tegal AKSISAIN bisa berjalan secara harmonis dengan PPBI. Sekali lagi terima kasih atas komentar saudara, semoga hal ini dan atau tulisan ini bisa dibaca oleh orang yang berkepentingan.

  7. Assalamualaikum War. Wab.
    Salam Bonsai !
    Sungguh menarik membaca dan menyimak diskusi antara sdr. Wisnu dan sdr. Nugi, saya berpendapat bahwa keduanya ini merupakan beberapa gelintir orang yang sangat potensial dalam memajukan Seni Bonsai indonesia khususnya dalam hal keorganisasian.
    Namun menurut saya dalam konteks perdebatan/diskusi apapun sudah selayaknya kita harus mengedepankan etika, agar salah satu pihak jangan ada yang merasa tersinggung. Tapi biarlah, mungkin itu merupakan bentuk dari dinamika berdialektika.
    Yang ingin saya garis bawahi disini adalah, mari kita bahu membahu berjalan bersama demi Kemajuan Perbonsaian di Indonesia, apabila ada kritikan dari pihak lain mari kita tanggapi dengan bijak, karena menurut pendapat saya; “Suatu Karya apapun jenisnya apabila belum mendapatkan kritik, maka karya tersebut belumlah Sempurna”
    Akhir kata “Selamat Berbonsai demi Kemajuan Perbonsaian Indonesia”
    Wassalam.
    Salam Bonsai !!

    Ichwanuddin Lutfi Sumbawa.

  8. Mas Nugi, sudah dapat undangan untuk pameran nasional di Mataram gak , bagaimana persiapan teman2 PPBI Tasikmalaya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: