Perbedaan Penjing dengan Bonsai   Leave a comment

Judul diatas saya rasa sangat layak untuk saya angkat ke permukaan, ini karena ada sebuah desakan yang sangat mengganggu dalam diri saya sebagai penikmat seni BONSAI. Adalah suatu hari ketika saya sedang mengutak atik penjinghasil karya sendiri yang ga bagus bagus amat di halaman rumah…kemudian datanglah tetangga saya lewat tepat di depan saya dan dia berujar ” wah, bonsainya bagus sekali Gie…seperti panorama desa”.

Saya hanya tersenyum ( walau kecut ) mendengar pujian yang dilempar oleh tetangga saya tersebut, dalam hati saya berkata ” Ga apa apa,,,dia kan enggak tahu sebetulnya apa yang sedang ada di hadapan saya ini”. Itulah kata kata hiburan untuk saya, dana itu wajar terucap dari mulut saya mengingat tetangga saya tersebut bukanlah penikmat bonsai sejati.

Namun, akhirnya saya berfikir juga…bukan tidak mungkin para penikmat bonsai yang tergabung dalam suatu organisasi pun tahu, apa beda PENJING dan BONSAI. Mari kita coba Kupas….

– Pada Penjing, ornamen ornamen seperti bebatuan antik, rumah gubug, patung binatang,patung orang,Jembatan Dll adalah merupakan sebuah kewajiban ada. Kenapa Harus ada ? karena PENJING adalah merupakan sebuah aplikasi bentuk panorama yang direalisasikan dalam sebuah POT yang diharapkan bisa membentuk dan menggambarkan panorama atau alam dari sebuah ekosistem yang ada di dunia. Sedangkan pada BONSAI, keberadaan batu tersebut tidak perlu ada jika bukan dimaksudkan tanaman yang menempel di batu ( On the rock ). Pun pada BONSAI, ornamen seperti orang itu tidak diperlukan karena BONSAI hanya memperlihatkan sebuah seni mengolah pohon yang hidup solitaire dan tidak ada tuntutan bahwa keadaan di bawah pohon harus sama dengan alam di sebuah lokasi di dunia.

– Pada Penjing, keberadaan sebuah pohon bonsai tidak perlu ada. yang jelas penjing adalah bisa menampilkan sebuah panorama alam yang indah dan sentimentil. Sedangkan dalam dunia bonsai, keberadaan tanaman menjadi sebuah kewajiban yang mau tidak mau harus dituruti oleh pembuat atau pelaku seni bonsai.

– Pada Seni Penjing, kesempurnaan sebuah karya tidaklah menjadi sebuah patokan. Kenapa bisa demikian ? karena dalam seni penjing, sebuah ketidak sempurnaan…itu justru bisa menjadi sebuah bentuk sempurnanya sebuah panorama ( Hualah bingung juga neranginnya ). Ini Sangat berbeda dengan Bonsai yang lebih mengharuskan menampilkan keindahan dan kesempurnaan ” Aturan main ” Fisik tanaman. Di dalam seni Penjing, pembuatnya haruslah mengetahui betul seluk beluk dan aturan serta hukum alam yang berlaku…pembuat penjing haruslah memperhatikan dengan seksama kondisi alam dan bagaimana hukum alam tersebut berlaku. Dan ini sedikit bertentangan dengan bonsai yang lebih mengandalkan rekayasa dalam penciptaannya walaupun tetap harus mengacu kepada hukum alam.

– Penjing biasanya ( Kebanyakan ) mempergunakan bonsai yang bergaya GROUPING atau ROOT CONNECTING ( ED ), Komposisi penempatan harus tetap memperhatikan keseimbangan layaknya sebuah bonsai bergaya grouping.

SEKIAN DULU…BESOK SAYA POSTING LAGI…NGANTUK BANGET NIH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: