Kawista   7 comments

Posted Maret 22, 2010 by nugi234

7 responses to “Kawista

Subscribe to comments with RSS.

  1. salam bonsai!
    punten, mau nanya, apa perbedaan kawis batu dan kawis buah? style apa yang cocok untuk kawis buah?
    terima kasih.

    • Kawista (Feronia lucida, suku Rutaceae) merupakan tumbuhan penghasil buah yang dapat dimakan. Tumbuhan yang masih sekerabat dengan jeruk ini yang kini sudah sulit ditemui, seperti juga kerabat dekatnya, kawista.
      Kawista batu (Limonia acidissima syn. Feronia limonia) adalah kerabat dekat maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Tumbuhan yang dimanfaatkan buahnya ini sudah jarang dijumpai meskipun sekarang beberapa daerah mulai mengembangkannya. Kawista relatif tahan kondisi buruk (kering atau tanah salin) dan tahan penyakit. Asalnya adalah dari India selatan hingga ke Asia Tenggara dan Jawa.
      Kawista juga banyak dijumpai di Rembang. Rembang memang sohor sebagai sentra kawista sejak puluhan tahun lalu. Pohon berumur puluhan tahun tumbuh di pekarangan penduduk di Kecamatan Lasem, Sumberejo, dan Paciran. ‘Diperkirakan saat ini ada 1.000 pohon kawista tersebar di Rembang,Kerabat jeruk itu panen raya pada Februari – April.

      Kawista itu berbeda dengan kawista Feronia lucida yang biasa digunakan untuk bakalan bonsai. Masyarakat menyebutnya kawista kerikil karena buahnya hanya sebesar kerikil. Sedangkan buah kawista Limonia acidissima disebut kawista batu yang mempunyai buah lebih besar.

      Kawista buah dapat digunakan sebagai batang bawah bagi jeruk, namun mempengaruhi rasa buah jeruk yang dihasilkan. Buah jeruk semacam ini dikenal sebagai “kajer” (dari “kawista” dan “jeruk”) dan bisa ditemui di Galis, Madura. Di Kabupaten Rembang dikembangkan sirup kawista. Orang Jawa menyebutnya kawis.

      Sementara untuk gaya bonsai dari kawista buah, menurut saya adalah broom ( Sapu terbalik ) yang bagian toping ( Atas ) nya melebar dan menipis ke arah ke dua sisinya. Anda bisa masukkan inspirasi seperti pohon yang ada di gurun afrika yang atasnya selalu melebar ke samping. Ini merunut kepada sifat fisiologi tanaman kawista yang tahan terhadap kondisi buruk sebuah tempat.

      Di perbatasan daerah cirebon dan kuningan kawista ini masih ada, namun untuk mendapatkan pohon ini anda harus berjuang ber cape cape dulu dan berpanas panasan di bukit kapurnya. Demikian kiranya Kang Kusni yang bisa saya paparkan, semoga ada manfaat yang bisa diambil di dalamnya.

  2. atur nuhun sangat atas jawabannya. sangat memuaskan. pertanyaan berikutnya (hehe, maaf, saya terlalu banyak tanya) apakah ada trik khusus untuk membuat bonsai kawista? salam.

    • Ga apa apa atuh Kang Kusni, saya juga masih belajar…dan akan terus belajar.
      Trik khusus untuk membuat bonsai kawista ? maksud triknya itu apa kang kusni ? kesuburan atau bentuk?
      Kesuburan : Kawista pada dasarnya bisa tumbuh di berbagai media tanam, asam atau basanya suatu media tidak begitu berpengaruh. Yang paling kelihatan dari hal itu hanyalah dari mudah atau tidaknya tanaman tersebut memunculkan buah. Media tanam yang bagus untuk kawista adalah pasir kali atau pasir gunung dicampur dengan pupuk kandang yang sudah dingin. Usahakan bagian atas media tanam mempergunakan moss atau lumut dar batu bata yang sudah lama, ini berguna untuk menghindari penguapan yang berlebihan.
      Mengenai bentuk untuk kawista, saya kira bisa seperti pohon pohon yang ada di afrika…dimana top nya tidak terlalu tebal dan semakin ke pinggir tajuk semakin menipis. Bonsai tersebut akan terlihat indah jika dibentuk sepeti itu. Tapi keputusan kembali ke tangan anda yang “empunya” pohon.
      Jika Kang Kusni masih mempunyai pertanyaan, silahkan bertanya kembali…tentunya dengan sangat sangat senang hati akan saya jawab menurut kemampuan saya.
      Salam buat keluarga Kang….

  3. terima kasih sangat atas jawabannya, kang. saya jadi tambah semangat berbonsai ria. hehe. punten, kang, boleh saya minta nomor hape akang? ini nomor saya, 081324915437. atur nuhun. sami-sami, kang, salam juga buat keluarga.

  4. Apakah daun dan dahan bonsai kawista bisa di pangkas mas? Gimana caranya? Makasih

    • Daun kawista dipangkas jika tajuk tanaman sudah panjang atau sudah tidak seimbang dengan bentuk tanaman. Jika dahan masih seimbang dengan bentuk tanaman, lebih baik pakai cara “stress air” saja Lae… Caranya, biarkan tanaman tidak disiram beberapa hari hingga daun terbawah menguning, setelah itu siram kembali seperti biasa dan beberapa hari kemudian semua daun akan gugur dan siap mengeluarkan kembali daun dan cabang baru. Biasanya, daun yang dihasilkan dengan cara stress air ini mengecil beberapa persen dari besar asal daun.

      Demikian Lae….Semoga membantu
      Mauliate Godang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: