Cara Penanaman Black Pine   Leave a comment

 

BLACK PINE  – Pinus Thunberggii

Black Pine (Pinus Thumbergii) ada 3 macam, yaitu:

1. Daun agak panjang (yang umum ada di pasaran).

2. Daun pendek (Seu Sung).

3. Daun mini (Zuen Sau Hei Sung).

Tiga macam Black Pine ini paling disukai oleh pebonsai Taiwan untuk dibuat bonsai. Selain itu, saya belajar beberapa teknik cara menanam dan merawat black pine yang akan saya bagikan kepada anda semua.

PROSES SEBELUM MENANAM

Setelah sampai di rumah, semua pohon yang saya bawa dari Taiwan tanahnya sudah dicuci bersih karena tidak boleh berikut dengan tanahnya. Hal ini adalah peraturan antar negara untuk mencegah menyebarnya hama dan penyakit tanaman. Lalu saya buka satu per satu plastik yang membungkus mos (pengganti tanah pembungkus akar supaya dalam perjalanan tetap lembab).

Kemudian semua akar tanaman yang sudah dibersihkan mosnya direndam memakai vitamin tanaman atau boleh juga cairan pupuk organik selama 1 jam. Terakhir tanaman diangkat dari rendaman dan ditanam dalam pot.

 MEDIA UNTUK PINUS (Cocok juga untuk Cemara=Juniperus)

– 3 bg pasir ukuran 1-2 mm (tepung pasir jangan dipakai)

– 1 bg tanah yang gembur (Jangan tanah yang lengket seperti tanah liat, dsb) 

– 1 bg humus (atau kompos sebagai pengganti humus).

Setelah diaduk rata, barulah dipakai untuk menanam . Ada sedikit cerita tentang pasir. Sekitar tahun 1990 di Indonesia telah ditemukan satu macam pasir gunung dari pinggiran kota Malang , sehingga disebut pasir Malang . Pasir ini ditemukan oleh pehobi dan pemburu bonsai bakalan di alam. Keistimewaan pasir ini adalah bersih, tidak ada tepungnya maupun sampah. Boleh dikatakan sudah bebas dari hama dan penyakit yang biasa ada di tanah atau pasir kali/gunung. Jadi kalau mau dipakai menanam tidak usah dicuci lagi, dan pasir ini berpori sehingga bisa menyimpan air dan udara.

Ada beberapa tanaman yang lebih baik ditanam dengan pasir ini dibandingkan media lain, seperti pohon Santigi (Phempis Acidula), Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia), Black Pine, Cemara, dsb. Memang pasir malang ini sangat menguntungkan bagi pehobi bonsai dan sebagian pecinta tanaman hias seperti caktus, adenium, sansivera, dsb. Pasir ini seterusnya saya pakai untuk campuran membuat media menanam Black Pine dan bonsai lainnya.

PROSES SETELAH DITANAM

Setelah black pine ditanam dalam pot, batangnya harus diikat erat dengan pot supaya pohonnya tidak goyang. Sebab pohon apapun yang baru direpoting ada dalam masa krisis, karena akarnya belum menyatu dengan media barunya sehingga belum berfungsi secara normal. Apalagi kalau akarnya dipotong sebagian dan sudah mulai tumbuh akar baru, kalau  goyang maka akar baru yang masih regas bisa putus dan bisa  mati.

 Setelah beres diikat taruhlah di tempat teduh, lalu tanahnya disiram tuntas (sampai airnya keluar dari lubang dasar pot). Kurang lebih 2 minggu ditaruh di tempat teduh, dalam waktu ini penyiraman pun harus dijaga jangan sampai kebanyakan atau sampai kekeringan. Lebih baik bertahan setengah kering daripada kebasahan, demi mencegah kebusukan akar. Hal ini berbeda dengan penyiraman black pine yang sudah hidup kuat atau sudah jadi (lihat keterangan di bawah tentang penyiraman).

 Setelah 2 minggu maka pohon akan terlihat sehat, daunnya hijau dan kekar. Barulah kemudian ditambah waktu untuk terkena sinar matahari secara bertahap. Kemudian tunggu sampai keluar tunas baru, yang merupakan tanda bahwa akar barunya sudah keluar dan siap untuk full dijemur. Ada beberapa pehobi bonsai yang tidak mengetahui tentang media dan proses menanamnya, atau tidak sabar melaksanakan penanaman dan perawatan black pine (yang memang tidak sama dengan jenis ficus atau jenis lain yang lebih mudah pemeliharaannya). Dgn melakukan perawatan yang tidak benar sehingga black pine miliknya mati. Lantas mereka mengatakan bahwa black pine tidak bisa hidup di Indonesia atau bisa mati apabila direpoting, yang lebih parah ada pehobi bonsai dan pedagang bonsai yg baru saja melihat blak pine dari foto di buku bonsai ikut-ikutan menyatakan demikian. Sehingga banyak pemula atau kolektor bonsai yang terkecoh jadi tidak berani memelihara black pine.

MERAWAT BONSAI BLACK PINE

Untuk pruning (mencukur daun), bisa kita lihat ketika daun tuanya sudah ada yang menguning atau kelihatan agak kusam. Hal ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunting atau mencabut. Paling bagus pruning dengan cara ke 2, yaitu bertahap mencabut daun tuanya. Caranya ketika mencabut daun tua agar tidak tercabut satu kelompok daunnya, tangan kiri pegang erat pangkal kelompok daunnya dan tangan kanan mencabut daun tuanya satu per satu dan sisakanlah daun mudanya. Kalau dengan cara ke 1, guntinglah daun tuanya diatas pangkal daun -+ 1 cm. Hal ini untuk memancing keluarnya tunas baru dari sisa daun tua ini. Sayangnya kalau dengan cara gunting, bekas guntingannya akan jadi berwarna kecoklatan, sehingga sangat tidak sedap dipandang dan akan beberapa bulan baru bisa rontok. Supaya ranting dan daunnya tetap pendek serta rapat (supaya bentuknya tidak kacau atau membengkak), lakukanlah:

1. Tiap tahun harus bertahap mencabut daun tuanya.

2. 2-3 tahun sekali harus memotong pendek ranting, anak ranting, dan tunas barunya. Hal ini demi menjaga bentuk yang sudah jadi supaya jangan membengkak. Biasanya tunas baru yang keluar secara alami setahun sekali dan sekali muncul ada 2-3 tunas. Buanglah tunas yang sangat subur (besar) dan yang sangat lemah (kecil) dengan menggunting dari pangkalnya. Tinggalkan tunas yang tumbuhnya sedang, lalu biarkan tunas baru ini sampai keluar daun barunya. Barulah kemudian dipotong pendek sesuai panjang yang kita inginkan. Setelah kurang lebih 2 minggu pemotongan, dari bekas potongan akan timbul tunas yang kedua. Kalau perlu lakukan cara yang sama pada tunas kedua, sehingga kita akan mendapatkan tunas ketiga. Nah tunas kedua dan ketiga inilah akan menjadikan ranting dan daun black pine yang pendek. Teori ini sama dengan jenis pohon bonsai yang kalau tumbuh di alam bebas daunnya besar, tetapi setelah dijadikan bonsai yang ditanam dalam pot dengan beberapa kali mencukur daunnya, maka daunnya menjadi kecil seperti Sancang (Phemna Microphylla), Beringin Karet (Ficus Ratusa), dsb.

3. Ketika tunas baru sudah mekar daunnya, jangan memotong atau membuang terlalu banyak ranting-rantingnya, karena pada waktu ini dari luka pemotongan akan banyak mengeluarkan terpentennya (getah), sehingga bisa mematikan pohon. Waktu yang paling baik untuk membentuk dan menggunting ranting-ranting adalah pada saat pohon mulai kelihatan daun tuannya (ada yang kuning/kusam). Hal ini menunjukkan pohon ini dalam keadaan berhenti pertumbuhan dan sedang menyimpan energi, serta siap untuk mengeluarkan tunas barunya. Jadi pada masa ini lebih aman bagi black pine untuk dilakukan pruning dengan cara cabut atau gunting, serta melakukan pengurangan/pemotongan ranting-rantingnya, karena pohon ini sedang kuat-kuatnya.

CARA REPOTING / GANTI TANAH BONSAI BLACK PINE

Proses merepoting bonsai menjadi black pine adalah cukup 3-4 tahun sekali, karena akar black pine lambat pertumbuhannya. Kalau kurang dari 2 tahun direpoting akarnya belum cukup tua. Kalau lebih dari 4 tahun tidak direpoting maka akarnya akan terlalu padat dalam pot. Hal ini akan menghambat pertumbuhan dan kesuburannya. Cara merepoting adalah setelah mengeluarkan bonsai dari pot, maka akan kelihatan gumpalan akar yang sudah menyatu dgn tanahnya. Buanglah 1/3 sekeliling pinggir gumpalan ini dengan cara mengorek tanah dan menggunting akarnya yang sudah terlalu panjang,. Lalu tanam kembali dalam pot dengan media yang diceritakan di atas, dengan cara dikorek, ujung akar lama akan bisa langsung masuk ke dalam dan menyatu dengan media baru. Hal ini akan lebih menjamin hidupnya setelah direpoting. Dan jangan sekali-sekali merepoting dengan memotong atau menggergaji gumpalan tanah dan akarnya rata seperti memotong kue lalu ditanam kembali. Cara ini menjadi gumpalan akar dan tanah yang lama dikelilingi (dibungkus) oleh media baru, sehingga akan menimbulkan panas yang tidak tersalurkan dalam gumpalan dan akhirnya membuat akar menjadi busuk. Menurut pengalaman saya menanam black pine, jangan merepoting bersamaan dengan mencukur daunnya. Ada kejadian ketika karyawan kebun saya tidak melaksanakan petunjuk yang saya ajarkan. Ketika saya keluar kota dan tidak menyaksikan kerjanya, karyawan tersebut merepoting dan mencukur secara serentak. Sehingga menyebabkan beberapa pohon black pine setengah jadi menjadi mati.

Di Indonesia yang 2 musim ini, waktu paling baik untuk merepoting black pine adalah antara akhir musim kemarau dan awal musim hujan (sekitar awal September), tetapi harus juga melihat kondisi black pine. Pohon tersebut harus dalam kondisi tunas baru mulai muncul dan belum mekar daunnya. Kalau daunnya sudah mekar maka pohon akan lemah, dan resiko repoting menjadi besar.

PENYIRAMAN, PEMUPUKAN, DAN PENGOBATAN

Black Pine adalah pohon yang senang air. Jika kita melakukan penyiraman yang cukup, maka akan tumbuh subur. Penyiraman dilakukan minimal 1 hari 1 kali, kalau musim panas minimal 2 kali sehari, dan harus sekalian menyiram daunnya. Airnya tidak boleh mengendap di tanah dlm pot (ini sangat penting !). Maka hasilnya adalah pohon tumbuh subur, daunnya lebat dan berwarna hijau tua mengkilap. Black Pine juga tahan kering bila ditanam dalam pot. Apabila terlambat menyiram 1-2 hari maka tidak akan mati kekeringan, tapi akan menghambat pertumbuhannya atau menyebabkan pohon menjadi stres. Kalau sampai demikian maka untuk mengembalikan kesuburannya sampai semula harus memerlukan waktu beberapa bulan. Dan harus ingat black pine tidak bisa hidup dengan disiram air yang kena polusi, maupun di tempat yang udaranya berpolusi. Black Pine paling bagus ditempatkan pada tempat yang sehari penuh kena sinar matahari, dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Pemupukan cukup 1 bulan 1 kali pada tanahnya dengan dosis standard (1 sendok makan 4 liter air), dan 1 minggu 1 kali pemupukan pada daunnya (dosis ½ sendok makan 4 liter air). Pencegahan penyakit sekitar 1-2 bulan 1 kali dengan menyemprot daunnya. Demikianlah pengalaman saya tentang perawatan bonsai black pine. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda sekalian yg hendak memelihara atau mengoleksi bonsai black pine.

SELAMAT MENCOBA

Iklan

Tips Menanam Santigi di dataran Tinggi   Leave a comment

Santigi ( Phempis accidula ) adalah sesosok tanaman perdu pantai yang mempunyai karakteristik sebagai bonsai yang sangat baik, tanaman ini tergolong tanaman yang pertumbuhannya sangat lambat. mulai dari biji hingga sampai sebatang rokok harus melalui waktu selama 2 tahun. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang pertumbuhannya tidak begitu terpengaruh oleh subur atau tidaknya media tanam, pada awal pertumbuhan dari biji mungkin kita melihat pertumbuhannya relatif cepat namun setelah satu tahun kemudian pohon ini pertumbuhannya mulai melambat.

santigi jika ditanam pada ketinggian lebih dari 50 mtr dari permukaan laut, pertumbuhannya kurang sempurna dan tidak begitu greget. Biasanya ini dialami karena bonsai tersebut anda beli di tempat yang penjualnya tidak menerangkan habitat santigi dan bagaimana cara pengurusannya. Ada satu tips khusus bagi anda dalam mengurus pohon perdu yang satu ini yang terkenal sangat rewel dan manja dalam pemeliharaannya.

– Belilah santigi langsung dari pemburu

Satu tips ini mudah mudahan bisa membantu dan berfungsi bagi anda.

Belilah santigi ( Phempis Accidula ) yang masih ” hangat” dari pemburu nya dan jangan langsung ditanam di pot, bawalah santigi dalam keadaan aslinya bawaan ketika di ambil dari alam. Setelah anda sampai ke rumah, barulah anda tanam di pot.

buanglah semua daun besar yang ada dan setelah dimasukkan media tanam yang berupa campuran pasir malang dan pupuk kandang ( sebetulnya tanah biasa juga bisa dipakai ), setelah itu siramlah tanaman tersebut hingga air menetes dari bawah lobang pot. Ambillah kantong plastik yang transparan dan seukuran dengan pohon santigi tersebut,  kemudian tutupilah pohon santigi tersebut dengan plastik tersebut. Biarkan hingga beberapa hari…biasanya pada hari ke tujuh sudah muncul tunas baru yang masih kecil…bukalah plastik tersebut selama satu hari satu malam, dan besok paginya segera di tutupi lagi. Seminggu setelah perlakuan tersebut, tunas tadi mulai membesar dan bungkus plastik tersebut di buka kembali selama sehari semalam..lagi lagi besoknya di tutupi lagi dengan plastik tadi.

lakukanlah hal ini sampai santigi anda mempunyai daun yang lumayan banyak, barulah kerudung plastik tersebut di buka untuk selamanya… untuk penyiraman yang baik adalah campurkan air bekas mencuci ikan tongkol, larutan ini mengandung protein dan kalsium yang tinggi.

Selamat mencoba semoga berhasil baik

 

Contoh Bahan Bonsai berkualitas   2 comments

Tak bisa dipungkiri oleh kita semua, dan mau tidak mau kita harus bisa dan mau mengakui keunggulan para pebonsai luar negeri yang mampu menghasilkan sebuah bonsai yang spektakuler. Ini semua tidak terlepas dari nilai nilai kedisipinan masyarakat yang sangat taat akan aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintahannya, semisal aturan untuk tidak menebang pohon sembarangan atau membuat izin untuk mengambil pohon di alam kepada fihak yang berwenang di sebuah tempat.

Dari kesadaran masyarakat itulah, maka keberadaan alam sekitarnya menjadi selalu asri dan lestari. Kerusakan alam bisa diminimalisir, sehingga keseimbangan ekosistem bisa selalu terjaga. Mari kita lihat contoh yang akan dipaparkan dibawah ini… saya sertakan foto penunjang.

Sebuah tempat yang diisi oleh banyak sekali pohon pinus dari jenis bristlecone yang sudah berusia sangat tua, deretan pohon pohon yang sudah banyak mengaami kelapukan tersebut masih tersimpan ditempatnya tanpa ada gangguan sedikitpun dari ulah tangan tangan jahil. Hal ini memberikan pemandangan yang sangat indah dan bisa dijadikan objek wisata alam gratis ditempatnya, bahkan tempat inipun menjadi sebuah lokasi untuk banyak para peneliti tanaman.

Deretan pohon pinus bristlecone di sebuah pegunungan mampu memberikan pemandangan yang sangat menarik

Keberadaan pohon yang merana ini dibiarkan tanpa diganggu, bukan mereka tega dengan kehidupan pohon ini…akan tetapi mereka membiarkannya demi ilmu pengetahuan. Ilmu yang didapat adalah ilmu tentang berapa tahunkah usia tanaman tersebut, dan apa yang mempengaruhinya. Mari kita bandingkan dengan di Indonesia, tentulah jika ada deretan pohon seperti ini…maka sudah bisa dipastikan bahwa pohon tersebut akan berakhir di sebuah tungku pembakaran.

Pada foto foto ini, terlihat jelas bahwa hutan pinus ini dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan perburuan para pecinta bonsai disana yang jelas sudah mengantongi izin untuk membawa atau berburu pohon yang sah dari pihak berwenang…tentunya tanpa suap menyuap.

Dari pohon ini bisa kita lihat bentuk asli bonsai alam yang diterpa keganasan alam selama ratusan tahun, sungguh merupakan sebuah keajaiban alam yang patut disyukuri.

Contoh pengambilan bonsai di alam yang sangat sopan santun, tempat asal tanaman tersebut di dokumentasikan. Mari kita lihat, bonsai yang akan di ambil tersebut sudah mempunyai bentuk atau gaya yang asli alam…sudah mendukung keindahan yang sangat memadai untuk disebut sebuah bonsai berkualitas.

Indahnya bentuk yang sudah dibuat oleh alam, dan alam pun telah mempersembahkan untuk diambil dan dinikmati.

Bahkan ranting kering yang sudah matipun tidak ada yang mengganggu…

Bahkan anjing pun tidak mau menggangu calon bonsai yang menempel di permukaan batu tersebut.

Inilah kiranya yang membuat hasil hasil bonsai luar negeri selalu mempunyai kualitas yang mumpuni, seandainya saja di Indonesia mampu seperti ini……

Paulo Netto de Freitas : Best Penjing   Leave a comment

My name is Paulo Netto and I fell in love with this art at the age of 14, when I saw my first bonsai and peijing at a chinese exposition in Rio de Janeiro, 1979. Today I make and study this art for 17 years. My blog doesn’t have comercial purpose and my real goal is to publish my work, meet other bonsaists, prastise friends, share tecnical information and photos, and to pay homage to the big masters and professionals that make the difference in this art. For Aido Bonsai in English enter :http://aidobonsaiinenglish.wordpress.com

Foto diatas adalah foto seorang penggerak dan penggemar bonsai di Brasil, Paulo Netto namanya. Kecintaan akan seni bonsai sudah di rasakannya sejak berumur 14 tahun, dan terus melekat hingga kini. Jangan sangka, bonsai yang dia buat ternyata bagus dan sangat ekspresif.

Pada tulisan ini saya lebih cenderung untuk melihat bonsai penjing yang dihasilkannya, yang menurut saya ternyata hasil bonsai penjing buatannya sangat bagus dan sangat memperlihatkan karakter alam yang kuat. Seperti kita ketahui, Penjing adalah salah sebuah seni bonsai juga yang sedikit mendapat sebuah sentuhan lain semisal adanya penambahan ornamen ornamen tertentu. berikut ini saya sertakan gambar atau foto yang dikirimkan oleh Paulo kepada saya ( Silahkan simak detail detail Penjing yang dihasilkan ).

Seperti anda lihat, bonsai penjing yang dihasilkannya sangat ekspresif. Sebuah hasil imajinasi yang tinggi dan ketelitian yang baik sekali.

Nah, pada gambar diatas tersebut sangat terlihat sekali bahwa Paulo Netto sangat memperhatikan skala dari penjing yang dihasilkannya. sungguh ini adalah sebuah karya Penjing yang sangat baik…Perfect.

Melihat foto diatas anda bisa saja sekarang sedang membayangkan berada di bawah pohon tersebut, lihatlah betapa Paulo sangat memperhatikan skala dari ornamen yang dipergunakan. Sebuah kaya seni yang penuh dengan ketelitian dalam pembuatannya.

Jika anda melihat foto tersebut hanya beberapa detik saja, saya yakin mata anda akan tertipu oleh pemandangan tersebut. Saya yakin yang ada dalam fikiran anda bahwa foto tersebut adalah jalan masuk menuju rumah Paulo…. Salah besar, foto tersebut adalah Penjing yang dihasilkan oleh Paulo. Sungguh sebuah perpaduan yang sempurna.

DAN DI BAWAH INI ADALAH BEBERAPA BONSAI HASIL KARYA PAULO NETTO

Itulah kiranya beberapa Bonsai dan Penjing hasil karya Maestro Brasil Paulo Netto yang bisa saya Posting kali ini, semoga Postingan saya ini bisa menambah perbendaharaan khasanah dunia perbonsaian di tanah air.

Mari tetap kita galang kebersamaan dalam dunia bonsai selama kita mampu dan hindarkanlah segala macam perbedaan yang ada, satukan terus visi dan misi kita untuk menghasilkan sebuah karya cipta yang fenomenal.

Cedar : Si Panjang Umur   1 comment

Mungkin ketika anda sedang surfing di dunia maya, dan melihat sebuah pohon yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun…pasti yang ada di fikiran anda adalah, ” wah dia sudah menjadi saksi sejarah dunia ini, dia sudah mengetahui dan menyaksikan sendiri serta mengalami waktu yang sangat berharga”.

Mungkin itulah yang ada dalam benak anda,,,sama seperti saya juga…ketika melihat sebuah pohon yang besar dan sudah pasti juga berumur tua, fikiran ini melayang dan berfikir…”dia sudah mengalami hari hari sejarah dunia ini…apa saja ya yang dia alami ?” itulah pikiran saya. Kini saya mencoba mengisi kerinduan anda tentang hal itu, setidaknya saya memberikan sedikit gambaran saja atau boleh dibilang contoh saja. Saya mengambil contoh sebuah pohon Cedar ( Yang juga bisa dijadikan bonsai ) yang sudah berumur 2.000 tahun, Dan PERISTIWA APA SAJA YANG DIALAMI OLEH POHON ITU SELAMA DIA TUMBUH HINGGA SEKARANG ?

Cedar Lebanon berumur 2000 tahun lalu

Dan Peristiwa apa sajakah yang terjadi selama pohon itu mulai tumbuh hingga sekarang ini ? Berikut adalah Kilasan nya :

Apa yang terjadi di dunia saat pohon ini hidup?
Pohon-pohon ini hidup dan tumbuh ketika sejarah sedang ditulis.
Di bawah ini adalah penggalan sejarah Pohon cedar ini.
73 SM   Spartacus memimpin pemberontakan slave
63 SM   Invasi Romawi Yudea (Pompey)

55 SM  Julius Caesar upaya invasi Inggris
54 SM  Kasus perampokan Bait Suci di Yerusalem
54 SM  Julius Caesar gagal menyerang Inggris
46 SM  Standar Kalender Julian
44 SM  Julius Caesar dibunuh Gaius (Maret 15)
41 SM  Cleopatra berlayar ke Tarsus untuk bertemu Mark Antony
37 SM  Herodes Agung, penguasa Yudea
31 SM  Cleopatra dan Mark Anthony mati
20 SM  Lahir Judaeus Philo, filsuf Yahudi berbahasa Yunani-
19 SM  Virgil (Publius Vergilius Maro) meninggal
11 SM  Komet Halley muncul lagi
7 SM    Yesus Lahir
4 SM   Herodes Agung meninggal di Yerikho

Ist Abad Masehi
Arminius mengalahkan Roma dalam pertempuran, di Hutan Teutoburg
‘Augustus’ Gaius Julius Octavius mati
Pliny the Elder lahir
Yohanes Pembaptis dipenggal oleh Herodes Antipas (Salome)
Penyaliban Yesus
Gaius Caesar Augustus Germanicus (Caligula) menjadi Kaisar Romawi
Kaisar Claudius menyerang Inggris
Kebakaran kerusakan Perpustakaan di Alexandria
Boudicca (Boadicea) pemberontakan melawan Roma
Kaisar Romawi Nero menganiaya orang Kristen
70 AD Herodes Bait di Yerusalem dihancurkan
Gunung Vesuvius menghancurkan Pompeii Italia
Josephus menulis Antiquities Yahudinya

2nd Century AD
100 AD Kristen menggunakan varian dari Didache
Ignatius dari Antiokhia meninggal
126 M. 3 versi dari Pantheon, Roma, selesai

4 Century AD
325 AD Konsili Nicea menetapkan dogma Kristen

Yuppp, Cedar (Cedar Sp) adalah sesosok pohon yang mempunyai nama serta species yang sangat banyak. Bahkan yang lebih mengherankan lagi, nama nama pohon yang disebut cedar pun berasal dari yang berlainan genus. Sungguh sangat mengherankan tanaman ini. Namun, sekali lagi…ituah kuasa Illahi Robbi, membuat sesuatu di dunia ini yang tentu dengan sebab dan akibatnya.

Cedar adalah sesosok tanaman yang mampu hidup “Abadi” di dunia ini terkecuali ada gangguan dari tangan tangan jahil. Pohon ini sosoknya tinggi besar dengan percabangan yang rapat serta daun yang bermacam ragam bentuknya. dari masing masing species yang ada, bentuk daunnya selalu berbeda. Penama – an pohon tersebut juga sangatlah banyak.

Pinaceae family

Cupressaceae family

Selain dari nama diatas masih banyak lagi nama lainnya, dan berikut dibawah ini adalah foto bonsai pohon tersebut :

Semoga tulisan saya tentang sebatang pohon yang bernama Cedar ini bisa memperluas wawasan dunia bonsai tanah air, dan jangan lupa beri komentar agar saya bisa mengerti apa dan bagaimana keinginan para pembaca sekalian.

Temukan Inspirasi di Jongko Tanaman   Leave a comment

Kadang kita sering merasa jenuh dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk di kantor…atau kadang juga kita jenuh berada di rumah seharian karena tidak ada aktivitas yangberarti. Sebagai penggemar Bonsai, sudah selayaknya kita memanfaatkan waktu luang tersebut untuk berburu bakalan bonsai…

Tapi,,,anda jangan dulu langsung mempersiapkan kapak atau tambang dan karung…bukan pula menyiapkan p[eralatan kemah atau kompas dan alat alaat pencinta alam lainnya…singkirkan itu semuanya.

Lantas ??? Ya, kita akan pergi ke Penjual tanaman hias yang banyak terdapat di sekitar kita. Penjual tanaman hias yang sekaligus menerima juga pembuatan taman tebing untuk di rumah rumah, biasanya di tempat penjual tanaman hias seperti itu juga menjual beraneka ragam tanaman keras yang khusus untuk taman.

Di jongko seperti itu biasanya terdapat hjuga pohon pohon yang bisa kita jadikan bonsai sperti Cemara udang, Pinus merccusi, Mirten, Azzalea, Soka,  Seribu Bintang, Cendrawasih, Cemara Buaya, Karet Taiwan sampai ke Cemara lilin. Tanaman tersebut jika kita perhatikan dengan seksama tentulah mempunyai bentuk yang unik dan masing masingnya tentulah tidak akan sama. Jika kita jelli, mungkin saja kita bisa mendapatkan sebuah pohon yang nantinya bisa mempunyai nilai seni dan estetika yang tinggi.

Cobalah anda berjongkok dan memperhatikan tanaman tersebut satu persatu denga sangat teliti, masukkan ke dalam fikiran kita tentang tanaman tersebut lengkap dengan … “Bagaimana ya jika saya buat tanaman ini dengan gaya Begini…”. Nah, satu harapan akan muncul setelah kita mencoba mengamati dengan serius tanaman tersbut…karena tanaman itupun pasti ” akan memberikan” sedikit pandangan untuk kita, bagaimana agar nantinya dia bisa tampil cantik dan menawan… Percayalah, tanaman itu akan memberikan kita sugestinya…apa yang dia mau.

Berburu bakalan bonsai di jongko tanaman hias sangatlah menguntungkan kita, selain kita ga perlu cape pergi kehutan atau ke kebun kebun orang misalnya, kita pun tidak akan dituduh sebagai perusak lingkungan hidup…tidak pula akan digigit oleh binatang berbisa yang jelas akan sangat mengancam nyawa kita. Belum lagi jika kita kehutan akan menghadapi bahaya tanah longsor…tersesat…dan yang lebih ekstrem lagi jatuh terperosok ke jurang yang tertutup daun kering pepohonan.

Berburu bakalan bonsai di jongko tanaman hias pun mempunyai sangat banyak manfaat, selain kita bisa mendapatkan bakalan dengan mudah…kita juga akan bisa menjalin hubungan baik dengan penjual tanaman tersebut. Ini bisa kita manfaatkan, agar dia ( sipenjual ) bisa memberi tahu kita jika dikemudian hari datang kembali pohon baru, bukankah itu merupakan suatu keuntungan ?

Nah, rekan semuanya…tulisan ini saya cukupkan dulu sampai disini. nanti saya sambung lagi dengan beberapa gambar penyertanya.

Salam bonsai

Posted Januari 18, 2011 by nugi234 in Uncategorized

Santigi   2 comments

Santigi, ya…Nama itu sudah tidak aneh lagi di dengar di telinga para pecinta bonsai tanah air. Sosok pohon yang satu ini sangat eksentrik dan sangat indah dipandang walau bentuknya tidak terurus, sungguh merupakan sebuah karunia besar bagi kita diberi oleh NYA tanaman yang membuat kita bisa men syukuri nikmat yang diberikan NYA.

Santigi adalah tanaman yang hidup di pantai, biasanya santigi hidup di atas bebatuan karang pantai, namun tak sedikit pula yang hidup di pasir pantai begitu saja. Santigi di akui sebagai bahan bonsai berkelas mahal, ini karena dukungan dari bentuk fisik tanaman yang sangat kompatible untuk dibuat menjadi bonsai.

keunggulan Santigi terletak pada bentuk batang yang indah yang mampu menampakkan kesan tua yang sangat mendalam hingga orang awam pasti akan mengatakan bahwa umur pohon tersebut sudah ratusan tahun. Bentuk fisik batang yang kasar dan banyak tonjolan serta ranting yang mampu dengan kompak memberikan dukungan pada keindahan fisik tanaman menjadikan tanaman ini mampu menduduki peringkat tanaman favorite para penggemar bonsai.

Santigi pun mampu menduduki peringkat atas didalam harga bahan maupun bonsai jadi. PPBI Cab Tasikmalaya mempunyai anggota sebagai penggemar santigi, santigi milik penghobi bonsai tersebut nampak sudah menjadi  sebuah ” Bonsai ” jadi, berikut gambarnya :

Bonsai tersebut tumbuh menempel di batu ( On the rock ), Bagi yang berminat terhadap bonsai tersebut…silahkan isi kolom komentar dibawah.

Memang…Santigi Is The Best Plant,

Namun, santigi tidak terlepas juga dari segala kelemahan. Kelemahan yang sangat menonjol adalah kurangnya kemampuan tanaman tersebut untuk bisa hidup di dataran tinggi. Itulah yang menyebabkan banyaknya penggemar menjadi kecewa berat…ketika dia membeli santigi dengan harga yang mahal, tapi ternyata tak mampu hidup dengan baik di tempat tersebut.

Santigi itu memang penuh dengan misteri…..