Bonggol pun Bisa   5 comments

Pengalaman adalah sebuah guru yang sangat berharga, itu tak bisa dipungkiri. Kata itu mempunyai makna yang begitu besar, hingga harus diakui bahwa kata kata itu tak bisa dihapuskan.

Ketika suatu malam, saya sedang mencoba mengusir seekor kucing yang ngambil ikan tetangga di taman rumah saya yang sudah jarang saya urus lagi, kaki saya terantuk sesuatu. Awalnya saya tidak begitu menghiraukan karena sibuk mencari kucing tersebut, setelah putus asa karena kucingnya sudah kabur maka saya kembali.

Saya kemudian teringat kaki saya tadi terantuk sesuatu, dan saya mendatangi tempat tersebut dengan maksud untuk menyingkirkan benda yang membuat kaki saya sakit. karena gelap saya cuma bisa meraba raba saja, namun apa yang saya temukan ? ternyata sebuah bonggol tanaman yang sudah sangat lama saya lupakan karena sudah tak diurusi lagi.

Sebatang pohon Mirten hasil stekan yang pernah dulu saya tanam, stekan mirten itu berasal dari bonsai mirten saya dulu yang hilang sewaktu pekarangan tersebut dipakai untuk memandikkan jenasah ibu saya. Bonsai mirten itu hilang entah kemana dan siapa yang mengambilnya juga saya sama sekali tidak tahu. Sampai sekarang aku sendiri bingung.

Bongkahan tersebut kemudian saya ambil dengan mempergunakan parang KUKRI, dan segera saya “melamun” mencari inspirasi.  Berikut adalah gambar bongkahan tanaman miretn tersebut.

Dengan beberapa pertimbangan yang matang saya menetapkan, bahwa bonsai itu akan ditanam apa adanya saja.

Saya mencoba ekspresi gaya dengan “Windsweept”, hasilnya tidak begitu mengecewakan. Teman saya  yang menyertai saya ketika mencabut pohon tersebut kini hanya bisa menggeleng gelengkan kepala saja. “Heran, kok tadi jelek banget sekarang jadi bagus Gie” gitu dia bilang.

Nah, jika saudara menemukan pohon seperti diatas apa yang akan anda lakukan? bagaimana gaya yang akan anda buat?

Bentuk asli pohon tersebut sekarang adalah seperti ini, sekarang….

Mungkin masih terlihat ancur ancuran, namun tunggu sampai nanti tumbuh daun. Anda akan sedikit heran juga pastinya.

Gambar pohon tampak samping yang rencananya akan dijadikan sebagai “muka” dari bonsai tersebut,

Ya, aku mungkin masih harus menunggu beberapa lama untuk bisa menikmati pohon ini menjadi sebuah bonsai. Tapi tak apalah, yang penting Bonsai ku bisa bertambah minimal satu buah bulan ini.

Posted April 11, 2010 by nugi234

5 responses to “Bonggol pun Bisa

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga ja mirtennya bisa hidup dan jadi sesuai yg diharapkan🙂
    aku jg pecinta bonsai,khususnya bonsai mirten🙂

  2. Boz.numpang tanya nih,klo serut ditanam scr stek btg bisa gak? gmana cara nanamnya? mslhnya saya ada pandangan pohon serut,yg batangnya cukup bagus klo dipotong trus dibuat bonsai.Thanks

    • Sebetulnya Serut itu sangat mudah diperbanyak dengan stek batang Mas Wahyu. Namun media untuk steknya tersebut, anda harus menyiapkannya sebaik mungkin karena resiko gagalnya pun tinggi sekali. Lebih baik anda coba dengan cara Cangkok batang saja, itu akan lebih aman tentunya. Untuk media cangkok, sebaiknya anda pakai akar pakis kadaka atau Moss lumut di pohon pinus.

  3. boz kl nanam bongol asem jawa gmn ya, soalnya mati terus nich

    • Mas Taufik, Mohon maaf baru bales sekarang…maklum lagi sibuk project. Untuk nanam bonggol asem, sebelumnya dipindah minimal harus ada cabang atas dan bawah dulu dengan umur cabang sekitar 3-4 bulan…baru di pindah. Jika dipindah langsung….bakal mati Mas, karena ketika dia di pindah ke media lain dan dia akan tumbuh sedangkan daun nya tidak ada….ga akan jadi mas. Oleh karena itu, harus ada cabang tumbuh dulu..baru dipindah agar akar bonggol tersebut bisa “mencari makan” untuk kelangsungan tumbuhnya daun di cabang tadi.
      Demikian Mas Taufik…mudah mudahan membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: