Mengurangi penguapan   Leave a comment

Pernahkah suatu kali anda mengalami “matinya” bonsai kesayangan karena lupa menyiram ? Tentu hal ini sangat membuat hati kita masygul. Memang, mengurus bonsai membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Namun, apakah dengan mengurus bonsai kita harus selalu ada di rumah ? apakah kita harus selalu menungguinya ? lalu kemana waktu kita untuk bisa meluangkan waktu berwisata dengan keluarga ?

Untuk orang yang ” kaya ” mungkin hal itu tidak akan menjadi masalah karena bisa menyuruh pembantu untuk “memaksa”nya menyirami bonsai, lalu bagaimana dengan kita yang tidak mempunyai pembantu alias mengerjakan segala sesuatu oleh sendiri ?Mungkin ada sedikit tips dan trik yang bisa anda pakai untuk bonsai anda, mari kita coba simak.

Untuk mengurangi penguapan air siraman bonsai, anda bisa menggunakan beberapa cara.

1. LUMUT

Anda bisa menggunakan lumut (pasti tahu dong dengan tanaman yang satu ini), carilah lumut yang hidup pada batu bata yang sudah lapuk. Biasanya lumut yang tumbuh pada batu bata yang telah lapuk hidup dengan subur yang ditandai dengan tebalnya “karpet” lumut tersebut.  Setelah anda menemukannya, kikislah lumut tersebut dan pengikisan ini harus dengan akar akarnya agar lumut tersebut tidak mati ketika di tanam di pot.

Tanamlah lumut pada permukaan tanah dimana kita menanam pohon bonsai, tekanlah karpet lumut itu dengan perlahan dan goyangkan ke kiri ke kanan sedikit agar tanah yang ada dibawahnya masuk ke celah celah antara akar dan daun lumut. Setelah itu, jangan langsung di simpan di bawah terik matahari karena perlakuan ini akan menyebabkan lumut mati kekeringan, sebab belum mendapatkan makanan dan air dari tempat hidupnya yang baru. Simpanlah dulu di tempat yang teduh namun terang, dan jika bisa tutuplah dengan plastik hitam terlebih dahulu selama kurang lebih 2-3 hari (jangan lupa disiram). Setelah dirasa kuat, maka anda boleh menempatkannya kembali di tempat yang terkena matahari.

2. Pasir

Cara yang kedua ini mungkin merupakan sebuah cara yang simple namun efektif. Jika menggunakan lumut,memang sedikit berabe namun keindahan tanaman menjadi plus. Penggunaan pasir sebagai pengurang penguapan sudah lazim dilakukan, namun yang harus anda tahu bahwa pasir yang dipergunakan harus yang berbutir agak besar. Pasir Malang adalah pasir yang cocok untuk mengatasinya dan selain menahan penguapan, pasir ini juga bisa berfungsi sebagai penahan guyuran air siraman.

3. EtilProphylenne

Orang menyebutnya dengan nama mulsa plastik, bahan ini bisa anda dapatkan di toko toko yang menjual alat alat pertanian. Pemakaian plastik ini digunakan secara insidentil saja, yaitu ketika kita akan bepergian. Jika pemakaian mulsa ini secara terus terusan dikhawatirkan akan mengakibatkan busuk akar.

Demikian kiranya artikel ini, semoga bermanfaat dan berhasil guna.

Posted April 15, 2010 by nugi234

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: